(Jakarta – Humas LIPI). Sebagai pemegang otoritas ilmiah dalam bidang biodiversitas, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali melepas tim ekspedisi ke Pulau Enggano Provinsi Bengkulu, dan Gunung Tambora, Sumbawa untuk menyingkap potensi wilayah tersebut. “Tim yang kami kirimkan terdiri dari 102 peneliti dan tim teknisi. Mereka berasal dari empat kedeputian LIPI dengan kepakaran yang berbeda,” ungkap Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain di Media Center LIPI, Rabu (15/4).

Iskandar menjelaskan bahwa kali ini LIPI akan melakukan ekspedisi intradisiplin untuk mendapatkan hasil eksplorasi yang maksimal di berbagai bidang yang sudah digagas sejak tahun lalu. “Dengan luasnya wilayah Indonesia, tentu masih banyak daerah yang belum tersentuh penelitian, sehingga potensinya belum diketahui dan belum bisa digali,” lanjutnya. Adapun kedeputian yang terlibat diantaranya bidang hayati, ilmu kebumian, sosial dan kemanusiaan, serta jasa ilmiah.

Menurut Iskandar, dipilihnya Pulau Enggano sebagai destinasi ekspedisi kali ini disebabkan keunikan pulau samudera (Oceanic Island), yang tidak pernah bergabung dengan pulau Sumatera sepanjang sejarah geologinya. “Melihat hal tersebut, Enggano tentu memiliki tingkat endemisitas flora dan fauna yang tinggi dan memiliki nilai penting dilihat dari aspek geologi, ekologi, dan evolusi. Ke-khas-an ini perlu diteliti lebih lanjut,” imbuh Iskandar.

Kegiatan penelitian yang dilakukan LIPI di Pulau Enggano mendapat dukungan penuh dari pemerintah Provinsi Bengkulu. “Gubernur Bengkulu, Juniardi Hamsyah cukup antusias menyambut ekspedisi ini. Beliau bahkan turut serta dalam kegiatan survei awal,” tutur Iskandar.

Sementara itu, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Enny Sudarmonowati menambahkan bahwa ekspedisi sebagai kegiatan lapangan sangat penting utuk dilaksanakan. “Untuk memberi rekomendasi, kita harus memiliki data yang akurat dan hal ini hanya bisa didapatkan lewat kegiatan survei lapangan,” jelasnya.

Enny juga mengatakan bahwa sumber daya alam hayati (bioresources) yang terdapat di Pulau Enggano belum banyak diketahui. “Pengumpulan data tentang keanekaragaman hayati Pulau Enggano sangat penting dan harus segera dilakukan sebagai langkah awal dan landasan yang kuat bagi langkah berikutnya, yaitu pemanfaatan bioresources untuk kepentingan ekonomi bangsa atau bioprospecting,” lanjutnya.

Enny menuturkan, dari segi sosial dan budaya pun, masyarakat Pulau Enggano memiliki keunikan sendiri. Adat, tradisi, dan pengetahuan lokal yang mereka miliki masih belum diungkap secara utuh.

Selain Ekspedisi Enggano, LIPI juga akan berpartisipasi dalam Ekspedisi Gunung Tambora 2015 sebagai bagian dari kegiatan Ekspedisi NKRI yang diprakarsai oleh Kopassus TNI AD. Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa telah menorehkan sejarah dalam peradaban manusia 200 tahun lalu. Letusan maha dahsyat gunung yang berketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut ini menyebabkan tahun tanpa musim panas di daratan Eropa, serta menurunkan dua derajat suhu bumi.

Dalam rangka memperingati 200 tahun letusan Gunung Tambora, LIPI akan mengirimkan tim untuk meneliti kekayaan dan potensi flora, fauna dan mikroba di Gunung Tambora. Tim Enggano dan Tambora akan diberangkatkan 16 April 2015 dan masing-masing tim akan mengadakan penelitian selama 20 dan 11 hari. “Kedua ekspedisi diharapkan dapat memantapkan kontribusi LIPI pada bangsa, seperti yang telah ditunjukkan pada hasil ekspedisi sebelumnya di Raja Ampat,” tutup Enny. (msa/ed: isr)

» Sumber : Humas LIPI < diambil dari website http://lipi.go.id >

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>