IMG_6781   IMG_6745

Pada hari Rabu, 20 Desember 2017  bertempat di Auditorium LIPI telah dilaksanakan upacara pengukuhan profesor riset dan penganugerahan gelar profesor riset kehormatan LIPI. Penerima gelar profesor riset berasal dari bidang ilmu yang berbeda, yaitu Prof. Dr. Ir. Florentinus Firdiyono, dari bidang metalurgi ekstraksi, Prof. Dr. Lili Romli, M.Si. dari bidang Politik dan Pemerintahan Indonesia dan Prof. Dr. Ir. Rachmini Saparita, M.T. dari bidang Informasi dan Komunikasi Pertanian, serta penerima gelar profesor riset kehormatan (Alm.) Prof. Dr. Akmadi Abbas, M.Eng.Sc. dari bidang Teknologi Pasca Panen. Keempat penerima gelar professor riset ini merupakan putra-putri terbaik LIPI yang telah tekun bekerja mengabdikan dirinya dalam dunia penelitian selama puluhan tahun sepanjang karirnya.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala LIPI Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M.Agr. menyatakan bahwa secara berurutan keempat penerima gelar profesor riset ini merupakan profesor riset LIPI yang ke 119, 120, 121 dan 122, sehingga jumlah profesor riset di seluruh Indonesia menjadi 486 orang. Adapun penganugerahan Gelar Profesor Riset Kehormatan adalah yang pertama kalinya diberikan oleh Majelis Pengukuhan Profesor Riset.

IMG_6794

Prof. Dr. Ir. Florentinus Firdiyono  menyampaikan orasi ilmiah dengan topik “Metalurgi Ekstraktif Ilmenit dan Nikel Laterit untuk Meningkatkan Nilai Tambah Mineral”. Beliau tergerak untuk melakukan penelitian teknologi pengolahan hasil tambang yang dapat menghasilkan material strategis dan bernilai tambah tinggi. Proses ekstraksi ini telah dipatenkan oleh LIPI. Penguasaan teknologi proses ini merupakan jawaban terhadap upaya untuk membangun kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia dalam memanfaatkan bahan hasil tambang.

Prof. Dr. Lili Romli, M.Si. menyampaikan orasi ilmiah dengan topik “Problematik Institusionalisasi Partai Politik di Indonesia Era Reformasi”. Beliau menyoroti lemahnya institusionalisasi partai politik yang mengakibatkan lemahnya demokrasi di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan lemahnya institusionalisasi partai politik di Indonesia dan penguatan institusionalisasi ini penting dan mendesak dilakukan agar demokrasi kokoh dan berfungsi. Upaya ini memerlukan adanya komitmen yang kuat dari elit partai dan segenap kader partai, serta dorongan dari masyarakat sipil.

Prof. Dr. Ir. Rachmini Saparita, M.T. menyampaikan orasi ilmiah dengan topik “Membangun Sistem Inovasi Pertanian Daerah untuk Meningkatkan Pemanfaatan Teknologi pada Masyarakat Tani”. Beliau memaparkan sebuah model sistem inovasi pertanian daerah untuk peningkatan pemanfaatan teknologi pada masyarakat tani dengan konsep REC-GM (Research, Education, Community – Government, Market).

(Alm.) Prof. Dr. Akmadi Abbas, M.Eng.Sc. telah menyusun naskah orasi yang berjudul “Inovasi Teknologi Pascapanen Padi Untuk Peningkatan Daya Saing dan Pendapatan Petani”. Beliau menyoroti kurang efektifnya pemanfaatan dan penerapan teknologi oleh petani padi yang disebabkan oleh kesenjangan yang lebar pada proses alih teknologi. Pemilihan jenis teknologi untuk masyarakat petani harus memperhatikan aspek teknis, ekonomis dan sosial yang dapat menjamin peningkatan penghasilan mereka. Sedangkan bentuk pendampingan merupakan cara yang efektif dalam mengurangi kesenjangan dalam proses alih teknologi. Adapun tantangan ke depan untuk pengembangan teknologi pascapanen adalah terkait dengan pemenuhan standar kualitas produk dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal secara efektif dan efisien.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>